Selamat siang sahabatku? Pada bingung ya kenapa kok post yang lain di hapus? Ya kalian bisa liat sendiri bila dipandang. Lagi nyari jati blog nih (harusnya jati diri). Lama tak ng'post dan lama tak melihat pengunjung blog saya. Hehehe.... okeh langsung saja deh. Kalian pasti tahu awal terjadinya manusiakan? Minimal tahulah gimana bumi terjadi dan mahkluk-mahkluk lainnya. Tapi ada sedikit perbedaan antara yang dikatakan di Al-Qur'an dan teori para tokoh=tokoh ilmuan dunia. Yang bener yang mana itu nggak penting, yang penting tuh keyakinan kalian masing-masing saja.
Untuk lebih jelas dan lanjutnya, kita telusur saja postingan di bawah ini. Okkeh? Sambil ngopi juga lebih wokkeh (jangan lupa kalo udah abis, gelasnya dicuci).
Bagaimana Alam Semesta Tercipta?
Menurut Al-Qur'an
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan pedoman hidup seluruh umat Islam. Dan Al-qur'an juga berisi fakta-fakta tentang proses kejadian manusia. Al-qur'an sudah menjelaskan bagaimana asal muasal alam semesta tercipta, dan penelitian abad ke-19 menunjukan kesamaan hasil penelitian dengan termaktub dalam Al-qur'an yang diturunkan sekitar 610 Masehi.
Kalian tahukan Teori Big Bang itu? Mengenai itu, hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 30 yang artinya:
”Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (QS: AL Anbiyaa: 30)
Lantas kenapa manusia mencari-cari asal mula alam ini bila sudah dijelaskan? Itulah sifat manusia. Manusia adalah mahluk paling sempurna, itu wajar kenapa manusia selalu ingin tahu sperti dijelaskan pada surat Ali Imran ayat 191 yang artinya:
"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Semakin modern dunia ini, semakin benar kandungan Al-qur'an. Semakin canggih penemuan, semakin benar yang dikatakan Al-qur'an. Padahal Al-qur'an lebih lebih dahulu dari pada teori-teori yang ada sekarang ini.
Seperti yang dikatakan di Al-qur'an surat An-Nisa ayat 82 yang artinya:
”Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [An Nisaa’:82]
Subhanallah!!!
Lalu urutan-urutan pembuatannya menurut surat An-Nazi'at sebagai berikut:
Masa 1 (ayat 27) "Penciptaan langit pertam kali"
Awan debu (dukhan) terbentuk dari ledakan tersebut, terdiri dari hidrogen. Hidrogen unsur pertama ketika dukhan berkondensasi sambil memadat dan berputar. Ketika suhu dukhan mencapai 20 juta derajat celcius, terbentuklah helium dari pembentukan inti sebahagian atom hidrogen. Sisanya membentuk sinar infrared. Perubahan ini membentuk persamaan E=mc2. Selanjutnya angin, bintang yang keluar dari kedua kutub dukhan menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga dukhan bersisa berupa piringan yang kemudian memebentuk galaksi. Bintang-bintang dan gas selanjutnya mengisi galaksi-galaksi ini, menghasilkan struktur filamen(lembaran) dan void(rongga). Jadi alam semesta yang sekarang seperti kapas.
Masa 2(ayat 28) "Pengembangan dan penyempurnaan"
Dalam ayat 28 di atas terdapat kata ”meninggikan bangunan” dan ”menyempurnakan”. Kata ”meninggikan bangunan” dianalogikan dengan alam semesta yang mengembang, sehingga galaksi-galaksi saling menjauh dan langit terlihat makin tinggi. Ibaratnya sebuah roti kismis yang semakin mengembang, dimana kismis tersebut dianggap sebagai galaksi. Jika roti tersebut mengembang maka kismis tersebut pun akan semakin menjauhi model roti kismis untuk menggambarkan mengembangnya alam semestaMengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang. Jadi, pada dasarnya big bang bukanlah ledakan dalam ruang, melainkan proses pengembangan alam semesta. Dengan menggunakan perhitungan efek doppler sederhana, dapat diperkirakan berapa lama alam ini telah mengembang, yaitu sekitar 13.7 miliar tahun.Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses yang terus berlangsung. Misalnya kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Alam semesta ini dapat terus mengembang, atau kemungkinan lainnya akan mengerut.
Masa 3 (ayat 29) " Pembentukan tata Surya Termasuk Bumi"
Surat An-Nazi’ayat 29 menyebutkan bahwa Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan siang yang terang benderang. Ayat tersebut dapat ditafsirkan sebagai penciptaan matahari sebagai sumber cahaya dan Bumi yang berotasi, sehingga terjadi siang dan malam. Pembentukan tata surya diperkirakan seperti pembentukan bintang yang relatif kecil, kira-kira sebesar orbit Neptunus. Prosesnya sama seperti pembentukan galaksi seperti di atas, hanya ukurannya lebih kecil.
Seperti halnya matahari, sumber panas dan semua unsur yang ada di Bumi berasal dari reaksi nuklir dalam inti besinya (gambar 3). Lain halnya dengan Bulan. Bulan tidak mempunyai inti besi. Unsur kimianya pun mirip dengan kerak bumi. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, disimpulkan bahwa Bulan adalah bagian Bumi yang terlontar ketika Bumi masih lunak. Lontaran ini terjadi karena Bumi bertumbukan dengan suatu benda angkasa yang berukuran sangat besar (sekitar 1/3 ukuran Bumi). Jadi, unsur-unsur di Bulan berasal dari Bumi, bukan akibat reaksi nuklir pada Bulan itu sendiri.
Masa 4 (ayat 30) "Awal Mulai Daratan Di bumi"
Penghamparan yang disebutkan dalam ayat 30, dapat diartikan sebagai pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi.
Masa III hingga Masa IV ini juga bersesuaian dengan Surat Fushshilat ayat 9 yang artinya,[i] “Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?’ (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”. Daratan Pangaea yang merupakan asal mula semua daratan di Bumi.
Masa III hingga Masa IV ini juga bersesuaian dengan Surat Fushshilat ayat 9 yang artinya,[i] “Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?’ (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam”. Daratan Pangaea yang merupakan asal mula semua daratan di Bumi.
Masa 5 (ayat 31) "Pengiriman Air ke Bumi Melalui Komet"
Ilustrasi komet yang membawa unsur hidrogen sebagai pembentuk air di Bumi
Dari ayat 31 di atas, dapat diartikan bahwa di Bumi belum terdapat air ketika mula-mula terbentuk. Jadi, ayat ini menunjukan evolusi Bumi dari tidak ada air menjadi ada air. Jadi, darimana datangnya air? Air diperkirakan berasal dari komet yang menumbuk Bumi ketika atmosfer Bumi masih sangat tipis. Unsur hidrogen yang dibawa komet kemudian bereaksi dengan unsur-unsur di Bumi dan membentuk uap air. Uap air ini kemudian turun sebagai hujan yang pertama. Bukti bahwa air berasal dari komet, adalah rasio Deuterium dan Hidrogen pada air laut, yang sama dengan rasio pada komet. Deuterium adalah unsur Hidrogen yang massanya lebih berat daripada Hidrogen pada umumnya. Karena semua kehidupan berasal dari air, maka setelah air terbentuk, kehidupan pertama berupa tumbuhan bersel satu pun mulai muncul di dalam air.
Masa 6 (ayat 32-33) "Proses Geologis dan Lahirnya Mahluk Hidup"
Dalam ayat 32 di atas, disebutkan ”…gunung-gunung dipancangkan dengan teguh.” Artinya, gunung-gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah.
Kemudian, setelah gunung mulai terbentuk, terciptalah hewan dan akhirnya manusia sebagaimana disebutkan dalam ayat 33 di atas. Jadi, usia manusia relatif masih sangat muda dalam skala waktu geologi.
Jika diurutkan dari Masa III hingga Masa VI, maka empat masa tersebut dapat dikorelasikan dengan empat masa dalam Surat Fushshilat ayat 10 yang berbunyi, ”Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya”.
Demikianlah penafsiran enam masa penciptaan alam dalam Al-Qur’an, sejak kemunculan alam semesta hingga terciptanya manusia. Wallahu a’lam bisshowab.
Katakanlah, “Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali?”. Katakanlah, “Allah memulai penciptaan, kemudian Dia mengulanginya (mengembalikannya). Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah) ?”. (Q.S. Yunus [10] : 34)
Tuh kan, Ai-qur'an tuh ajaib. Jadi bagi umat Islam harus sering-sering deh baca Al-qur'an agar hidup ini tenang. Sekina dulu yah Chapter ini, nanti disambung sama Chapter berikutnya.
Wassalamuallaikum wr.wb
Wassalamuallaikum wr.wb